Beberapa
tempat Pengajian Qur’an diadakan di desa-desa. Di sana diajarkan huruf
hijaiyah, membaca al Qur’an, pokok-pokok dan dasar ilmu agama Islam. Cara
mengajarkannya adalah dengan menghafal.
Pengajian Kitab dikhususkan
pada murid-murid yang telah mengkhatamkan al Qur’an. Guru di Pengajian Kitab
biasanya adalah modin terpandai di desa itu. Bisa juga modin dari desa lain
yang memenuhi syarat, baik dari kepandaiaan maupun budi pekertinya. Guru-guru
tersebut diberi gelar Kiyai Anom. Waktu belajar ialah pagi, siang, dan malam
hari. Kitab-kitab yang diajarkan ditulis dalam bahasa arab lalu diterjemahkan
ke dalam bahasa daerah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar