negeri diberi pelajaran
budi pekerti yang isinya identik dengan ajaran agama. Pemerintah Jepang juga
mengizinkan berdiirnya Sekolah Tinggi Islam di Jakarta yang dipimpin oleh KH.
Wahid Hasyim, Kahar Muzakir, dan Bung Hatta.
Pendidikan islam di zaman
jepang dapat bergerak lebih bebas bila dibandingkan dari zaman belanda. Pada masa penjajahan jepang atas usaha Muhmud Yunus
di sumatera barat, dapat disetujui oleh kepala jawatan pengajaran jepang untuk
memasukkan pendidikan agama islam ke sekolah-sekolah pemerintah, mulai sekolah
dasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar